PUPUK & NUTRISI ORGANIK ABG
 
Komoditas
TANAMAN SELEDRI
  1. Pengolahan lahan dan penanaman.
    Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, selanjutnya dibuat bedengan dengan jarak 1 m dan saluran air selebar 30 cm dan dalam 30 cm. Pindah tanam dilakukan setelah bibit berumur sekitar 21 hari. Benih ditempatkan dalam lubang sekitar 0,5 cm, ditanam (1-2) benih/lubang tanam, dengan menggunakan jarak tanam 25 cm X 30 cm
  2. Pencegahan penyakit dan persemaian.
    Untuk mencegah atau mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan menggunakan ABG-BIO (pengendalian secara biologis) pada persemaian. Caranya: Aktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dengan (10–20) kg media semai (tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 3:1 sampai 1:1). Siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, dan biarkan selama (2-3) hari. Kemudian sebar bersama pupuk dasar ke lahan secara merata. Atau larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-D, dalam 10 liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2–4) jam. Kemudian siramkan pada media persemaian sekitar (1–2) hari sebelum penebaran benih. Untuk mengurangi kematian dan menghindari stress, benih sebaiknya disemaikan dalam kokeran dari daun pisang berisi sekitar (50–75) gram media tanam.
  3. Pemupukan.
    1. Pupuk dasar. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (1–2) ton pupuk kandang + (20–25) kg campuran media semai dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Campuran pupuk ini disebar merata pada lahan penanaman sekitar (1–7) hari sebelum tanam. Sedangkan pupuk organik (50-100) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 25 kg SP-36 + (50–75) kg KCl, diberikan dalam lubang tugal sekitar 5 cm dari tanaman pada (7–10) hari setelah tanam.
    2. Pupuk susulan. Pupuk susulan menggunakan campuran 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 50 kg KCl + (100–150) kg ABG-Bios, dilakukan pada 15 HST, atau campuran 200 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (100–200) kg ABG-Bios. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman dan selanjutnya dilakukan pembumbunan.dan penyiangan sambil dibuat guludan, yang berasal dari tanah di sepanjang barisan yang ditinggikan.
    3. Pupuk ABG. Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, 30 HST dan 40 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh cendawan, berikan ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios, dalam 50 liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman pada perakaran tanaman.
  4. Pemeliharaan.
    Pemeliharaan meliputi penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
    • Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
    • Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sebaiknya tidak meng-gunakan pestisida untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
    • Tanaman diperjarang, agar tanaman tumbuh cepat dan seragam.
  5. Panen.
    • Umur panen pada tanaman seledri adalah (60-90) HST.
    • Pemungutan tanaman dengan cara mencabut tanaman untuk seledri daun.
    • Memotong tanaman pada pangkal batangnya untuk seledri pohon.
    • Memetik daunnya untuk seledri berumbi.

TPP- ABG TANAMAN PERKEBUNAN
TPP-ABG TANAMAN INDUSTRI DAN OBAT-OBATAN
 
   
Kritik /Saran. Silahkan isi biodata anda yang lengkap!
Nama :
Telp :
E-mail :
Komentar  
   
     
ALAMAT KANTOR:
Taman Kebun Jeruk Blok A4/26 Jl. Raya Meruya Ilir,Jakarta Barat 11630
Tlp. 021 - 58907047
Fax. 021 – 58907049
KONSULTASI PUPUK ABG :
Tlp. 021 – 91076517 (SMS). Email : pupuk-abg@gmail.com .Facebook: pupuk-abg

Distributor:
PT. SUMBER REJEKI INDOTANI